BIOPORI ™
Teknologi Tepat Guna Ramah Lingkungan
  forum diskusi  
RESAPKAN AIR HUJAN MENJADI AIR TANAH (RAHMAT)

 

   

 
 

LUBANG RESAPAN BIOPORI KURANGI BANJIR

Bogor - Institut Pertanian Bogor (IPB) mengerahkan 3.000 mahasiswa untuk membuat 22.400 lubang resapan biopori (LRB), teknologi terbaru yang diperkenalkan IPB, di seluruh kelurahan di Kota Bogor. Rencana ini telah memperoleh dukungan penuh dari Menteri Lingkungan Hidup (LH) Rachmat Witoelar.
Dalam telekonferensi yang dilakukan di Kampus IPB, Darmaga, Kamis, Rachmat Witoelar mengatakan pihaknya siap mensponsori upaya pemasyarakatan lubang resapan biopori (LRB).
“Inovasi ini (LRB) sangat menarik dan diharapkan bisa segera dimasyarakatkan. Dengan biopori, genangan banjir bisa dikurangi,” katanya dalam telekonferensi yang difasilitasi oleh Telkomsel.
Saat ini di Kantor LH sudah dibuat beberapa lubang biopori dan ternyata cukup efektif untuk menyerap air hujan.

Hari Bumi
Sementara itu, Asisten Sekretaris Daerah bidang Sosial Ekonomi Pemerintah Kota Bogor, Indra M Rusli mengatakan Pemkot berencana untuk membuat 22.400 lubang biopori di 68 kelurahan di Kota Bogor bertepatan dengan Hari Bumi pada 22 April. Dengan keterlibatan 3.000 mahasiswa dalam kegiatan tersebut, masyarakat sekitar diharapkan akan melihat dan mencontohnya.
“Kegiatan serupa juga akan dilakukan untuk memperingati hari jadi Kota Bogor pada Juni,” katanya. Upaya tersebut merupakan bagian dari sosialisasi LRB ke masyarakat.
Wali Kota Bogor Diani Budiarto dalam sambutan yang dibacakan Indra M Rusli mengatakan teknologi LRB perlu didukung sebagai upaya untuk konservasi daya dukung air dan solusi sampah kota. Saat ini, Pemkot Bogor masih menghadapi kesulitan terkait sampah perkotaan karena rendahnya kemampuan angkut sampah kota.
“Dari sekitar 2.091 meter kubik sampah yang dihasilkan warga Bogor, hanya 68,5 persen yang bisa diangkut,” katanya dan menambahkan bahwa di sisi lain, kemampuan masyarakat untuk mengolah belum maksimal.
Penerapan teknologi LRB juga untuk mengantisipasi krisis air bersih yang saat ini mulai terjadi di beberapa wilayah di Kota Bogor. “Krisis air di Pulau Jawa sudah di depan mata, termasuk di Bogor. Saat ini, indeks ketersediaan air di Pulau Jawa hanya 1,6, jauh di bawah indeks rata-rata nasional 16,8,” katanya.
Oleh karena itu, lanjutnya, masyarakat harus mulai lebih arif untuk memanfaatkan rahmat Allah SWT berupa air hujan.
Diani Budiarto juga mengajak semua pihak untuk pembuatan lubang resapan biopori di halaman dan lingkungan masing-masing karena teknologi yang sangat sederhana ini tidak memerlukan lahan luas. Semakin banyak yang ikut serta, pengaruhnya terhadap ketersediaan air untuk generasi mendatang akan semakin besar. “Di sini diperlukan komitmen bersama masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Indra secara resmi melepas tim implementasi LRB Kota Bogor dan secara simbolis bersama Rektor IPB, Prof Dr Ansori Mattjik menyerahkan alat bor kepada mahasiswa. (ant/mer)

 
Sumber: http://www.sinarharapan.co.id/berita/0704/09/ipt02.html

  

 

Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi situs ini dalam bentuk maupun media apapun tanpa ijin tertulis dari Tim Biopori IPB